Tuesday, 3 May 2016

Alarm tubuh dengan Dada Sesak





Sekitar 3 minggu yang lalu tanggal 12 April 2016, dada sesak menyerang saya, nafas pendek, perut sakit seperti sakit magh. Tepat kamis tanggal 14 April 2016, saya ke dokter spesialis penyakit dalam di RS Mitra Keluarga Depok. Dari sini dokter memberitahukan saya bahwa ada pembengkakan pada jantung berdasarkan hasil rontgen yang saya lakukan hari itu juga. Dokter merujuk saya untuk ke dokter spesialis jantung. Karena masih merasa kuat, jadi ke dokter jantung belum terlaksana. Akhirnya tepat malam senin, dada makin sesak, bernafas makin pendek, jam 03.00 dini hari terbangun, dengan dada sesak dan keringat dingin. Saya masih bisa menahan ini tetapi jam 04.00 shubuh kembali dada sesak sekali. Akhirnya saya membangunkan suami untuk mengajak ke dokter. Berangkatlah kami sehabis shalat shubuh ke RS Jantung Harapan Kita. Perjalanan menempuh hampir 2 jam, dikarenakan macet. Sampailah di RS, langsung daftar di Poli Eksekutif, dengan dokter yang cepat datang prakteknya. Jam 9, dokter Anwar, yang saya jumpai, mulailah saya menceritakan gejala yang saya alami, kemudian dokter merujuk saya untuk melakukan Ekokardiografi, dan disini ditemukan penyebab dada saya sesak. Ada cairan di jantung saya, yaitu cairan di antara jantung dan selaputnya, namanya Efusi Perikadial, entahlah saya sayup-sayup mendengarkan perawat dan dokter ngobrol.

Kemudian saya kembali ke ruangan dokter Anwar dengan hasil Ekokadiografi, dokter merujuk saya untuk segera ditindak, merujuk ke IGD, Ya Allah, saya langsung tegang, sakit apa ini, tindakan apa yang akan dilakukan. Dokter hanya menjelaskan garis besar aja, cairan yang ada di jantung akan di sedot dengan cara memasukan selang kecil. Air mata sudah mau keluar, tapi saya tahan.

Di IGD, berbagai macam orang yang sakit, membuat saya makin deg-degan, kemudian dokter jaga menghampiri, dan mejelaskan tindakan apa yang akan dilakukan, segala macam efek yang akan diakibatkan oleh tindakan itu, akhirnya pecah juga tangis..air mata menetes deras. Dokter hanya memberikan nasehat, sabar ya bu. Saya tahan kembali tangis saya, sambil membaca dzikir.

Akhirnya setelah maghrib, tindakan dilakukan, Ya Allah, ikhlas, pasrah, apa yang dokter lakukan. Air mata mentes selama tindakan dilakukan, karena hanya dibius lokal di bagian yang akan dipasang selang. Alhamdulillah berjalan lancar tindakannya, dan cairan yang diambil sebanyak 450cc. Menunggulah saya di IGD untuk dipindahkan ke ruangan Intensive. Kemudian sekitar jam 8 malam saya di pindahkan ke ruangan Intensive. Dimana segala sesuatu gerak gerik saya dibantu oleg perawat.

Setiap malam cairan di sedot, kemudian jumat, tanggal 22 April 2016, saya dipindahkan ke ruangan perawatan biasa. Setelah malam selesai disedot cairan, saya kembali tidur, tapi, malamnya saya bermimpi buruk, ada sebuah tangan muncul dari bahu kiri saya, dan terdengar sayupan suara mengajak saya untuk ikut.."ikut yuk"...saya pun menjawab, "ga mau..saya masih banyak dosa"...tidak lama akhirnya saya bisa terbangun dari tidur dengan keringat dingin...astagfirullah...ya Allah.....sejak kejadian malam itu, kalo mau tidur ga mau lampu dimatikan.

Alhamdulillah cairan sudah mulai sedikit 2.5cc, dan selang pun dilepas, dan...selasa tanggal 27 April 2016, saya diperbolehkan pulangm akhirnya saya bisa ketemu dengan anak saya Nixie.
Jadi jangan abaikan alarm tubuh, langsung siggap apa yang terjadi dengan tubuh kita. Segeralah ke dokter apabila dirasakan keluhan yang tidak lazim.

Sujud syukur kepada Allah SWT, yang memberikan saya kekuatan dan ketabahan untuk menjalani ini semua. Insya Allah selalu semangat untuk sembuh.

Buat keluarga dan teman-teman semua, terima kasih atas perhatian dan yang sudah jenguk saya pas saya dio rawat di rumah sakit. Love u All...


23 comments:

  1. Alhamdulillaah mba... ( itulah kelebihan muslim apapun selalu disyukuri ya ), walau sempat mengabaikan tapi Alhamdulillah semua dapat ditangani ... Alloh masih menyayangi mba. Semoga setelah ini mba lebih sehat jasmani dan ruhiyahnya...karena selain nikmat pertolongan Alloh juga nikmat pembelajaran atas apa yang telah dilewati. Barakalloh ya untuk mba khususnya...

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillaah mba... ( itulah kelebihan muslim apapun selalu disyukuri ya ), walau sempat mengabaikan tapi Alhamdulillah semua dapat ditangani ... Alloh masih menyayangi mba. Semoga setelah ini mba lebih sehat jasmani dan ruhiyahnya...karena selain nikmat pertolongan Alloh juga nikmat pembelajaran atas apa yang telah dilewati. Barakalloh ya untuk mba khususnya...

    ReplyDelete
  3. Mbaaa :'(.. alhamdulillah sdh pulih. makasi sudah berbagi cerita ini ya Mba. Kadang kita suka ga mendengar alarm tubuh kita memang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus perduli dg hal2 yg aneh di diri..jgn diabaikan

      Delete
  4. Ya Allah,.semoga.sehat terus.setelah ini ya mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Mbak...semoga penyakitnya diangkat,disembuhkan dan diberikan kesehatan selalu.. Allohumma Amin..

    ReplyDelete
  6. Ya Allah...semoga mba kiki deasy sll diberikan kesehatan...amin

    ReplyDelete
  7. Semoga lekas pulih ya Mak, sehat selalu :)

    ReplyDelete
  8. Syukurlah sudah tertangani dengan baik mba..semoga lekas pulih ya mba.peluk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yra..makasih mba..mba juga sehat2 ya

      Delete
  9. Syukurlah ya mba, langsung ke dokter dan langsung mendapat tindakan dari dokter. Ini buat peringatan juga ya untuk tidak menyepelekan rasa sakit pada organ vital

    ReplyDelete
  10. Mbak deasy... sehat2 terus ya.. jangan kecapean.

    ReplyDelete
  11. syafakillah mb... smg dberi kesembuhan yg baik

    ReplyDelete
  12. syafakillah mb... smg dberi kesembuhan yg baik

    ReplyDelete
  13. Saya sangat kagum dengan semangat dan optimisme dlm hidup mu... sungguh patut ditiru dan saya berdoa semoga penyakit yang ada dalam tubuh mbak dapat sembuh dengan kuasa Tuhan....amiinn

    ReplyDelete