Wednesday, 2 December 2015

Tea Party dengan Dapur Hangus di Ibis Style Sunter

Tea Party, praktek foto
Yuhuuu...posting lagi nih...sekarang masih berkutat dengan Wokshop Fotografi tanggal 22 November 2015, kali ini temanya Tea Party dengan pemateri Kak Ika Dapur Hangus yang super kece sekali banget pisan lah pokoknya hehehe...


Acara dimulai dari jam 3 sore, 2 jam saya menunggu karena takut terkena macet dijalan, setelah sampai di tempat, oh iya tempatnya di Ibis Style Sunter, dari nama sudah tau dong alamat hotelnya di Sunter Jakarta Utara. Karena acara masih lama,  saya menunggu di lobi hotel, nuansa warna warni ada di mana-mana, klop banget buat fefotoan hehehe...


Lobby Hotel Ibis Style Sunter
Ketika masuk ke dalam hotel akan dijumpai interior yang warna asik, dengan mengusung konsep minimalis, lucu banget ada tulisan "Hello", kursi dan meja yang ingin saya bawa pulang hahaha (canda), pokoknya membuat nyaman untuk tamu.

Lobby Hotel Ibis Style Sunter
Saya datang ke acara ini ga sendiri, ditemani suami dan anak saya, jempol buat Ibis Style Sunter, disini ada Kids Corner, tempat bermain anak, dilengkapi dengan televisi, xbox dan mainan edukasi lainnya. Anak saya betah banget, berasa main dirumah sendiri (tapi dirumah ga punya xbox hehehe).

Kids Corner

Saya mengamati setiap sudut hotel ini, dibagian depan hotel disediakan area khusus merokok, cakep banget ini...buat ngopi santai, ajib buat foto. Terdiri dari 4 set meja dan kursinya. Dekat area ini ada pintu kaca yang menghubungkan dengan lobby hotel, ada meja tersendiri disediakan komputer untuk berselancar di dunia maya dan info mengenai hotel Ibis Style Sunter.

Smoking Area
Setelah hampir semua berkumpul, maka acara akan segera dimulai, masuklah saya, ketemu dengan teman-teman, ada yang sudah kenal dari komunitas fotografi, blogger, dan ada teman baru juga.


Kak Ika Dapur Hangus sedang memberikan materi

Acara dibuka oleh Kak Ika, memperkenalkan diri, beliau lulusan Jurnalistik Unpad, ibu rumah tangga dan wirausaha. Suasana asik, ngobrol santai, ga tegang, dan mudah dicerna materinya.
Tema workshop kali ini adalah "Tea Party", tea party ini bisa diartikan tradisi minum teh. Tradisi minum teh sendiri berbagai macam, berbagai negara ada tradisi tersendiri dalam meminum teh. Mungkin salah satu tradisi yang terkenal adalah di negara Jepang dan masyarakatnya sampai saat ini masih mempergunakannya. Sedangkan di Inggris, tradisi minum teh disana biasanya dilakukan oleh kalangan bangsawan.

Lanjut lagi ke materi fotografi, sebelum menciptakan sebuah foto, maka perlu adanya tujuannya foto yang akan dihasilkan. Misal tujuan itu untuk koleksi pribadi, untuk posting di sosial media (facebook, twitter, instagram, dll), untuk katalog foto, untuk lomba foto / challenge, endorse, atau bahkan untuk jualan produk.

Tahap selanjutnya, fotografi itu sendiri juga banyak jenisnya, kali ini dibahas tentang "Home Photography", ya...fotografi rumahan, maksudnya disini, menciptakan sebuah foto yang dilakukan dirumah dengan kondisi yang ada. Untuk memotret sebuah objek dengan keadaan dirumah, cahaya yang bagus itu adalah sekitar jam 8 - 10 pagi, cahaya yang dihasilkan tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. Kenali sudut cahaya dirumah sendiri, cahaya bagus dari sudut mana dan tempat yang cahayanya cukup.

Sebelum memotret, sebaiknya mengenal dan memahami kamera yang digunakan, serta mengetahui tentang dasar-dasar fotografi. Dasar dari fotografi ini biasa disebut segitiga exposure yang terdiri dari ISO, Shutter Speed dan Aperture.

Segitiga Exposure
Aperture, disimbolkan dengan f, yakni pengaturan bukaan lensa, semakin besar bukaan lensa maka angka f kecil, yang akan mempengaruhi area ketajaman foto (Depth of Field (DOF)).
Speed Shutter, merupakan pengaturan kecepatan buka dan tutup rana atau jendela kamera. Shutter speed biasanya dalam satuan detik, misalnya 1/125 atau 1/500, jadi semakin besar angka satuannya maka semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana (jendela kamera), sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit, sebaliknya semakin kecil angka satuannya maka, misal 1/30 atau 160 maka semakin lama pula kecepatan buka rana (jendela kamera) sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih banyak.
ISO (ASA), adalah ukuran tingkat sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi settingan ISO maka akan semakin sensitif sensor terhadap cahaya.

Berbagai angle pengambilan foto
Untuk penjelasan tentang sudut (angle) pengambilan foto bisa browsing ya...banyak kok yang ngebahas ini hehehe.
Biasanya yang sering digunakan dalam home photography, angle bird eye (BEV), high angle, kadang eye level. Foto yang dihasilkan dari BEV biasanya flat, tapi sekarang lagi musim tuh foto yang flat, supaya kekinian. Bermain dengan BEV bermain juga dengan komposisi, baik itu menata properti atau lainnya.

Setelah kira-kira 30 menitan materi yang diberikan Kak Ika Dapur Hangus, kami dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3-4 orang peserta. Pembagian kelompok ini dilakukan untuk praktek foto diarea hotel Ibis Style Sunter. Saya satu kelompok dengan Kak Dewi (ig @dewideong) dan Kak Niniek (ig @niniesbunfa).

Chef Lukman sedang menjelaskan tentang teh


Sebelum praktek dimulai, kami berkenalan dengan Chef Head Ibis Style Sunter, Chef Lukman. Beliau memperlihatkan cara menyeduh teh yang unik. Kayu manis dibakar untuk memberikan aroma, kemudian dry ice disimpan disebuh wadah, teh yang sudah siap, dituang diwadah yang berisi dry ice, luar biasa...asap dimana-mana, giliran mau motret ehhh kebagian posisi diluar, jadi ga kebagian foto yang bagus, yang masih ada asapnya.

Teh dituang diwadah yang berisi dry ice
Selanjutnya kami diberikan waktu untuk melakukan praktek foto dengan properti yang disediakan oleh pihak hotel dan properti lainnya dari Dapur Hangus.

Foto hasil praktek
Sesekali menata makanan dan minuman, kadang sambil berpose, kadang sambil ngemil, itulah indahnya perfotoan, :)

Dessert dari Hotel Ibis Style Sunter
 Sesi praktek foto selesai, kami kembali ke ruangan, dan bincang-bincang dengan Chef Lukman. Restaurant Ibis Style Sunter, menyajikan berbagai menu, dari menu termahal adalah Wagyu Steak kisaran Rp.140.000, dan yang paling murah adalah Kwetiaw kisaran Rp. 50.000. Untuk Signature dish dari hotel adalah Tuna Salad.

Kemudian Chef Lukman menjelaskan tentang cara "Flavour Bounching", yang merupakan suatu tahapan dalam menciptakan sebuah menu yang terdiri dari bahan utama kemudian dipasangkan dengan berbagai macam bahan lainnya dan tahapan terakhir adalah proses mencicipi.

Chef Lukman, Flavour Bouncing
Berhubung waktu sudah selesai, diakhiri dengan sesi foto bersama dengan Chef Lukman, Kak Ika Dapur Hangus dan para peserta.
Semoga kita bisa ketemu lagi ya...seru banget...

Chef Lukman, Kak Ika dan peserta Workshop

Note :
Sumber materi dari Ika Dapur Hangus

Picture taken :
Canon 60D
17-40mm
50mm



4 comments: