Monday, 12 May 2014

Challenge #15 : Kuliner Peranakan - Tangyuan a.k.a Wedang Ronde

 Hi....baru pertama ini saya ikutan Challenge-nya Indonesian Foodblogger....padahal challenge-nya sudah yang ke-15 aja...kemana saja diriku....ya....selama ini sibuk menjadi ibu rumah tangga dan sibuk dengan orderan-orderan cake.... (so sombong)...

Challenge kali ini bertema Kuliner Peranakan....tenot....apa ya...yg pasti makanan yg berasal dari pencampuran dua kebudayaan....misal Cina dan Indonesia...Belanda dan Indonesia....
kali ini saya mencoba membuat masakan peranakan dari Cina.

Tāngyuán ialah sejenis makanan Cina yang diperbuat daripada tepung ketan putih yg kemudian diolah dengan cara dibentuk bulat dimasak dan disajikan dengan air mendidih. Makanan ini secara tradisional berwarna putih. Tangyuan dimakan ketika perayaan Yuanxiao, atau Chap Goh Meh.

Bagi masyarakat Cina di Cina daratan maupun di seberang laut, tangyuan (ronde) selalu dimakan bersama-sama sekeluarga. Bentuk tangyuan yang bulat dan mangkuk yang bundar melambangkan kebersamaan keluarga.

Dalam sejarah, terdapat beberapa nama-nama yang berbeza telah digunakan untuk merujuk kepada tangyuan. Semasa zaman pemerintahan Maharaja Yongle dari Dinasti Ming, namanya dirasmikan sebagai yuanxiao yang berasal dari perayaan Chap Goh Meh, digunakan di bahagian China Utara. Nama ini secara harfiahnya bermaksud "Selamat malam pertama", memandangkan ia adalah Bulan purnama pertama selepas Tahun Baru Cina, selalunya merupakan bulan baru.
Walau bagaimanapun, di China Selatan , ia dipanggil tangyuan atau tangtuan.Lagenda mengatakan bahawa semasa pemerintahan Yuan Shikai dari tahun 1912 untuk 1916 , mereka tidak menyukai nama yuanxiao kerana ia kedengaran seperti "mengeluarkan Yuan" (元宵). Oleh itu, mereka menukarkan namanya kepada tangyuan. Nama baru ini secara harfiahnya bermaksud "bola bulat dalam sup". Tangtuan juga membawa erti yang sama iaitu "ladu bulat dalam sup". Dalam kedua-dua dialek utama Cina mereka iaitu Hakka dan Kantonis, "tangyuan" disebut sebagai "tong rhendantong jyun". Istilah "tangtuan" (Hakka:tong ton, Kantonis:tong tyun) lazimnya tidak digunakan dalam dialek ini.


Ronde merupakan tangyuan yang telah bercampur dengan budaya masing-masing daerah atau selera lokal. Cara pembuatannya mirip dengan pembuatan tangyuan oleh penduduk Cina bagian selatan, diisi kacang manis tumbuk, dan disajikan dengan air jahe. Istilah Wedang Ronde merujuk pada air jahe panas (wedang adalah bahasa Jawa yang merujuk pada minuman panas) yang disajikan bersama dengan ronde. Air jahe juga bisa menggunakan gula kepala, diberi taburan kacang tanah goreng (tanpa kulit), potongan roti, kolang-kaling, dan sebagainya. [8] Wedang Ronde sudah sangat umum bagi masyarakat Indonesia sehingga banyak yang mengira bahwa asalnya adalah asli dari Indonesia.
Sebagian warga China di Indonesia membedakan tangyuan dan yuanxiao sebagai berikut. Tangyuen adalah ronde tanpa isi (disajikan dengan air jahe manis) yang dikonsumsi pada tanggal 22 Desember, sementara yuanxiao adalah ronde dengan isi manis (disajikan dengan kuah tawar) yang dikonsumi pada purnama pertama pada tahun baru Imlek.


Resep wedang ronde ini saya menggunakan resep dari Sajian Sedap. Disini saya mencoba membuat bentuk ronde yg berbeda...ya bentuk Ikan Koi.... maksudnya biar anak saya juga mau makan ronde...
Berikut resepnya :

Tangyuan a.k.a Wedang Ronde
Sumber. Sajian Sedap
Modifikasi. Deasy MB

Bahan Ronde :
150 gram tepung ketan putih
1/4 sendok teh garam
135 ml air hangat 
pewarna hijau tua 
pewarna merah cabai
pewarna hitam
pewarna orange

Bahan Isi :
selai kacang

Sirup Jahe :
600 ml air
200 gram gula pasir
3 buah jahe, dibakar, dimemarkan
1/4 sendok teh garam
2 lembar daun jeruk sobek-sobek
1 batang kayu manis

Cara membuat :
1. Ronde, campur tepung ketan dan garam. Aduk rata. Tambahkan air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
2. Bagi adonan menjadi lima bagian, beri masing-masing warna merah, hijau, hitam, orange dan sisanya biarkan putih. Aduk rata masing-masing adonan.
3. Bentuk adonan bulat dan pipihkan, kemudian isi dengan selai kacang dan terakhir bentuk seperti ikan Koi sampai adonan habis.
4. Didihkan air. Masukkan bola-bola ketan. Rebus hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.
5. Sirup jahe, rebus air, gula pasir, jahe,daun jeruk, dan kayu manis dengan api kecil sampai mendidih dan harum.


Wedang ronde enak disantap saat cuaca dingin.
Selamat mencoba

Sumber : Wikipedia


23 comments:

  1. wah cakep mbaaa....keren juga ceritanya...ma kasih udah ikut meramaikan challenge kali ini ya mba....gudlak :)

    ibu host
    (Wulan Sucipto)

    ReplyDelete
  2. oh gitu ya sejarahnya ...baru tau :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..sy jg baru tau pas bikin ini hehehe

      Delete
  3. Ga tega mau makannya mak...
    Imut gitu... hahaha
    Nambah ide buat kreasi di dapur nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...ayo mak bikin...selamat mencoba

      Delete
  4. ihh keren nih mbak...seru ceritanyaa...mantapp..

    ReplyDelete
  5. Iiih lutuuu, sayang mau makannya, Mak :))

    ReplyDelete
  6. Itu cara bikin matanya gimana sih mak? penasaraaaannnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikinnya dr adonannya jg mak...dibulat2 yg warna putih..baru kasih warna hitam..tempel deh dibagian ikannya

      Delete
  7. wah, unik sekali seperti ikan, sayang kalau mau makannya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih...klo sy tetep dimakan heheh

      Delete
  8. Ih lucu banget… jadi sayang di makan ikan-ikannya…

    ReplyDelete
  9. Itu makanannya lucu banget deh. Ikan-ikan kecil. Anak-anak pasti suka. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya anak sy jg suka liat ikannya...tapi pas nyobain...lgs lucu ekspresinya...hehehe ga suka air jahenya...

      Delete
  10. Kepoooo...cara buat ikannya ituuuh pinter banget siiich

    ReplyDelete
  11. lucunya mbaaak. ih kreatif amat bikin rondenya :)))

    ReplyDelete
  12. beneran lucu banget itu ikan2nya. Kayaknya harus telaten banget bikinnya :)

    ReplyDelete